Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Nabi Paling Panjang Umurnya

 

Nabi yang paling panjang umur adalah Nabi Allah, Nuh, saw. Ia terus menyeru umatnya, sebagaimana disebutkan Allah SWT dalam Al-Qur'an, selama sembilan ratus lima puluh tahun hanya kepada Allah SWT. Ia adalah nabi yang paling panjang umur, dan salah satu yang paling sabar dalam berdakwah dan berusaha membimbing umat dari kesesatan menuju tauhid dan ibadah kepada Allah SWT. Nabi, semoga Allah SWT memberkahinya dan memberinya kedamaian, menyebutkan bahwa Nuh, saw., adalah salah satu utusan yang teguh, karena kesabarannya yang luar biasa dalam menghadapi orang-orang kafir.

 Panggilan Nuh kepada kaumnya

Meskipun segala kerusakan yang ditimpakan kaum Nuh kepada Nabi mereka - saw - beliau tidak pernah ragu untuk mengajak manusia kepada Islam, dan mencari berbagai cara untuk mengambil manfaat dari dakwah tersebut serta menasihati manusia dengan cara terbaik. Al-Qur'an menyebutkan metode-metode yang diikuti Nuh dalam dakwahnya, terkadang dengan dorongan dan terkadang dengan intimidasi, baik di malam hari maupun siang hari, secara diam-diam maupun terang-terangan, tetapi kaumnya menghadapinya dengan ejekan dan hinaan di depan anak-anak mereka dan menasihati mereka untuk tidak mengikutinya, berapa pun lamanya waktu yang dibutuhkan. Putranya lebih keras kepada Nabi daripada ayahnya dalam mengingkari dan menyakitinya, tetapi Nuh sabar dan teguh dalam menghadapi segala ketidakadilan dan agresi yang menimpanya dari kaumnya.

 Kemenangan Tuhan bagi nabi Nuh

Allah SWT memberi wahyu kepada Nabi Nuh bahwa orang-orang beriman tidak akan bertambah bersamanya setelah itu. Kemudian Nuh, saw, berdoa agar kaumnya yang kafir binasa, sehingga Allah SWT memberi wahyu kepadanya untuk membangun sebuah bahtera untuk mengangkut mereka ketika banjir menenggelamkan semua orang kafir di Bumi, dan Nuh beserta orang-orang yang beriman bersamanya akan diselamatkan. Nuh pun menaati perintah Tuhannya, Yang Maha Tinggi, dan membangun bahtera besar yang tidak ada tandingannya, dan tidak akan seperti itu setelahnya. Kemudian Tuhannya, Yang Maha Tinggi, memerintahkannya agar jika kehancuran menimpa orang-orang yang zalim, janganlah ia bertanya kepada Tuhannya tentang mereka. Allah SWT berfirman:

(وَلا تُخاطِبني فِي الَّذينَ ظَلَموا إِنَّهُم مُغرَقونَ)،[٣]

(Dan janganlah kamu berbicara kepada-Ku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.)  Atas perintah Allah SWT, langit menurunkan hujan dengan lebatnya, dan bumi mengeluarkan airnya, maka tenggelamlah semua orang-orang kafir di bumi pada hari itu. Maka Allah SWT menyelamatkan Nabi-Nya dan orang-orang mukmin bersamanya karena rahmat-Nya.


Posting Komentar

0 Komentar