Hadiah adalah bentuk pemberian materi secara cuma-cuma
yang melibatkan pertukaran simbolis, dengan manfaat simbolis dan materiil.
Dengan definisi yang luas ini, hadiah memiliki kesamaan dengan konsep-konsep:
donasi, amal, wasiat, hibah, kemurahan hati, dan keramahan.
Ini adalah salah satu adab Islami, dan termasuk dalam
aturan perilaku dan etika, baik di tingkat resmi maupun masyarakat, karena
memperkuat ikatan hubungan dan memperbaiki kerenggangan serta perpisahan.
Tradisi memberi hadiah ditandai dengan konsistensi,
kekekalan, dan stabilitasnya dalam masyarakat. Ini hampir merupakan
satu-satunya nilai sosial yang dimulai sejak awal kehidupan manusia di Bumi dan
berlanjut hingga saat ini. Lebih jauh lagi, tradisi ini diberikan dan diterima
oleh semua kelas sosial, kaya dan miskin, dan ditujukan kepada yang hidup dan
yang mati, laki-laki dan perempuan, muda dan tua, sehat dan sakit. Semua
karakteristik ini menimbulkan pertanyaan tentang rahasia di balik prevalensi
dan universalitasnya yang abadi, dan mengapa tradisi ini jarang ditulis sebagai
fenomena sosial.
Masyarakat indonesia memiliki warisan budaya pemberian hadiah
yang kaya. Jumlah total acara publik dan pribadi di mana hadiah biasanya
diberikan dalam budaya daerah masing-masing, di samping hadiah
yang diberikan tanpa alasan khusus. Di antara hadiah populer yang paling
terkenal adalah: suvenir, hadiah penghargaan, cinta, pernikahan, kelahiran,
perjalanan, liburan, dan saat pemulihan dari kecelakaan dan penyakit
0 Komentar
SOLATLAH SEBELUM DI SOLATKAN.