Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Budaya Memberi Hadiah Dikalangan Masyarakat

 

   

             Pemberian hadiah adalah salah satu bentuk interaksi sosial terpenting yang membawa serta banyak makna sosial dan ekonomi. Hal ini memiliki warisan yang besar dalam hukum agama, antropologi, dan sastra; namun, ia membawa serta makna sosial dan budaya yang diakui, dan ia mengungkapkan kontrak sosial implisit yang mengikat secara moral, tetapi tidak tertulis.

Hadiah adalah bentuk pemberian materi secara cuma-cuma yang melibatkan pertukaran simbolis, dengan manfaat simbolis dan materiil. Dengan definisi yang luas ini, hadiah memiliki kesamaan dengan konsep-konsep: donasi, amal, wasiat, hibah, kemurahan hati, dan keramahan.

Ini adalah salah satu adab Islami, dan termasuk dalam aturan perilaku dan etika, baik di tingkat resmi maupun masyarakat, karena memperkuat ikatan hubungan dan memperbaiki kerenggangan serta perpisahan.

Tradisi memberi hadiah ditandai dengan konsistensi, kekekalan, dan stabilitasnya dalam masyarakat. Ini hampir merupakan satu-satunya nilai sosial yang dimulai sejak awal kehidupan manusia di Bumi dan berlanjut hingga saat ini. Lebih jauh lagi, tradisi ini diberikan dan diterima oleh semua kelas sosial, kaya dan miskin, dan ditujukan kepada yang hidup dan yang mati, laki-laki dan perempuan, muda dan tua, sehat dan sakit. Semua karakteristik ini menimbulkan pertanyaan tentang rahasia di balik prevalensi dan universalitasnya yang abadi, dan mengapa tradisi ini jarang ditulis sebagai fenomena sosial.

Masyarakat indonesia memiliki warisan budaya pemberian hadiah yang kaya. Jumlah total acara publik dan pribadi di mana hadiah biasanya diberikan dalam budaya daerah masing-masing, di samping hadiah yang diberikan tanpa alasan khusus. Di antara hadiah populer yang paling terkenal adalah: suvenir, hadiah penghargaan, cinta, pernikahan, kelahiran, perjalanan, liburan, dan saat pemulihan dari kecelakaan dan penyakit

 

Posting Komentar

0 Komentar