Apakah perempuan yang hamil muda
(dalam hitungan hari atau minggu) boleh tidak bepuasa Ramadhan. Karena dikhawatirkan puasa usia kandungan muda
akan berpengaruh pada kondisi janin. (Beda dengan perempuan hamil tua yang
janinnya sudah kokoh) ?
Lalu
jika boleh tidak puasa, nanti solusinya
bagaimana? apakah cukup hanya qodlo
puasa saja atau juga harus bayar fidyah.
Jawaban
Seorang perempuan yang sedang hamil,
apabila berpuasa dia mengkhawatirkan keselamatan dan kesehatan janin yang ada
dalam kandungannya, ia boleh tidak berpuasa, tetapi ia berkewajiban mengqodlo
puasa sesuai hari yang ia ditinggalkan, juga berkewajiban membayar fidyah
setiap harinya sebesar 1 mud bahan makanan pokok yang diberikan kepada fakir
miskin
Catatan:
1 Mud = +_ 7 ons beras, biar valid lebihkan sedikit
Referensi :
فتح القريب المجيب.
ﻭَﺍﻟْﺤَﺎﻣِﻞُ ﻭَﺍﻟْﻤُﺮْﺿِﻊُ ﺇِﻥْ
ﺧَﺎﻓَﺘَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻬِﻤَﺎ ) ﺿَﺮَﺭًﺍ ﻳَﻠْﺤَﻘُﻬُﻤَﺎ ﺑِﺎﻟﺼَّﻮْﻡِ ﻛَﻀَﺮَﺭِ
ﺍﻟْﻤَﺮِﻳْﺾِ ( ﺃَﻓْﻄَﺮَﺗَﺎ ﻭَ ) ﻭَﺟَﺐَ ( ﻋَﻠَﻴْﻬِﻤَﺎ ﺍﻟْﻘَﻀَﺎﺀُ وَﺇِﻥْ
ﺧَﺎﻓَﺘَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻭْﻟَﺎﺩِﻫِﻤَﺎ ) ﺃَﻱْ ﺇِﺳْﻘَﺎﻁِ ﺍﻟْﻮَﻟَﺪِ ﻓِﻲْ ﺍﻟْﺤَﺎﻣِﻞِ
ﻭَﻗِﻠَّﺔِ ﺍﻟﻠَّﺒَﻦِ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻤُﺮْﺿِﻊِ ( ﺃَﻓْﻄَﺮَﺗَﺎ ﻭَ ) ﻭَﺟَﺐَ ( ﻋَﻠَﻴْﻬِﻤَﺎ
ﺍﻟْﻘَﻀَﺎﺀُ ) ﻟِﻠْﺈِﻓْﻄَﺎﺭِ ( ﻭَﺍﻟْﻜَﻔَﺎﺭَﺓُ ) ﺃَﻳْﻀًﺎ وَﺍﻟْﻜَﻔَﺎﺭَﺓُ ﺃَﻥْ
ﻳُﺨْﺮَﺝَ ( ﻋَﻦْ ﻛُﻞِّ ﻳَﻮْﻡٍ ﻣُﺪٌّ ﻭَﻫُﻮَ ) ﻛَﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ ( ﺭِﻃْﻞٌ ﻭَﺛُﻠُﺚٌ
ﺑِﺎﻟْﻌِﺮَﺍﻗِﻲِّ ) ﻭَﻳُﻌَﺒَّﺮُ ﻋَﻨْﻪُ ﺑِﺎﻟْﺒَﻐْﺪَﺍﺩِﻱِّ
Bagi wanita
hamil dan menyusui, jika keduanya khawatir terjadi sesuatu yang membahayakan
dirinya sendiri sebab berpuasa seperti bahaya yang dialami oleh orang sakit,
maka diperkenankan untuk tidak berpuasa dan wajib bagi mereka berdua untuk
mengqadla’inya.
Jika
keduanya khawatir pada anaknya,maksudnya khawatir keguguran bagi wanita hamil
dan sedikitnya air susu bagi ibu menyusui, maka keduanya diperkenankan tidak
berpuasa dan wajib bagi keduanya untuk mengqadla’i sebab telah membatalkan
puasa dan juga membayar kafarat.
Adapun
kafaratnya adalah setiap hari wajib mengeluarkan satu mud. Satu mud, seperti
yang telah dijelaskan, adalah satu rithl lebih sepertiga rithl negara Iraq. Dan
diungkapkan dengan negara Baghdad.
كفاية الأخيار. الجز 1. صفحة 172.
الفقهاء متفقون على أن الحامل
والمرضع لهما أن تفطرا في رمضان، بشرط أن تخافا على أنفسهما أو على ولدهما المرض
أو زيادته، أو الضرر أو الهلاك، فالولد من الحامل بمنزلة عضو منها، فالإشفاق عليه
من ذلك كالإشفاق منه على بعض أعضائها.
Para
ahli fikih sepakat bahwa wanita hamil dan menyusui boleh berbuka puasa di bulan
Ramadhan, dengan syarat mereka khawatir terhadap diri mereka sendiri atau anak
mereka dari penyakit atau semakin parah, atau bahaya atau kematian.
Janin
dalam kandungan itu seperti anggota tubuhnya, maka kasih sayang terhadapnya
adalah seperti kasih sayang terhadap sebagian organ tubuhnya.

0 Komentar
SOLATLAH SEBELUM DI SOLATKAN.