Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Kaum Asy'ariyah: Antara Kebenaran dan Klaim

 


Banyak orang di zaman kita menyebarkan anggapan keliru bahwa kaum Asy'ariyah mengingkari sifat-sifat Tuhan, mengosongkan makna teks, dan terjebak dalam penyangkalan sifat-sifat Tuhan. Klaim ini, pada kenyataannya, tidak didasarkan pada pengetahuan atau penyelidikan, melainkan pada dugaan dan kecurigaan. Yang benar adalah bahwa kaum Asy'ariyah termasuk Ahlus Sunnah wal Jama'ah (Ahli Sunnah dan Masyarakat), yang menegaskan bagi Tuhan sifat-sifat kesempurnaan yang telah Dia tegaskan bagi diri-Nya, dan menyatakan-Nya bebas dari segala sifat ketidaksempurnaan yang tidak sesuai dengan keagungan-Nya.

 

Pertama: Sifat-sifat yang ditegaskan oleh kaum Asy'ariyah
. Kaum Asy'ariyah menegaskan bagi Allah SWT sifat-sifat wajib yang ditunjukkan oleh akal dan wahyu, seperti:

Sifat ilmu: Maha Suci Dia, Maha Mengetahui segala sesuatu.

Atribut kekuasaan: Tidak ada sesuatu pun di bumi atau di surga yang berada di luar kekuasaan-Nya.

Sifat kehendak: Apa yang dikehendaki Tuhan pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak terjadi.

Atribut kehidupan: kehidupan yang lengkap dan kekal yang tidak mengalami pembusukan.

Sifat pendengaran dan penglihatan: Ia mendengar dan melihat tanpa alat atau anggota tubuh.

Atribut ucapan: ucapan yang sesuai dengan keagungan-Nya, abadi dan tidak diciptakan.

Dengan cara ini, mereka secara definitif membuktikan sifat-sifat ilahi dan mengingkari semua kekurangan dan asal usul dari sifat-sifat tersebut.

Kedua: Pendapat mereka tentang sifat-sifat deskriptif:
Adapun sifat-sifat yang maknanya tampak dalam bahasa Arab adalah perbandingan dengan makhluk, seperti: tangan, wajah, mi'raj, dan turunnya, maka kaum Asy'ariyah memiliki dua pendapat:

1. Sebagian mereka menyerahkan maknanya kepada Allah SWT, dengan mengatakan: Kami beriman kepada lafadz-lafadz yang diturunkan, dan kami menegaskan bahwa Allah Maha Suci dari segala makhluk.

2. Sebagian mereka menafsirkannya dengan cara yang masuk akal, dengan mengatakan: Tangan berarti kekuasaan, dan bangkit berarti keunggulan dan kekuasaan.

Tujuan setiap orang adalah untuk menolak antropomorfisme dan korporealisme, dan untuk menegaskan kesempurnaan Tuhan dan transendensi-Nya di atas peristiwa-peristiwa.

Ketiga: Apa yang sesungguhnya mereka ingkari:
Kaum Asy'ariyah mengingkari sifat-sifat ketidaksempurnaan Tuhan yang tidak sesuai dengan Tuhan yang sempurna, seperti: kelemahan, ketidaktahuan, perubahan, pengaruh, jasmani, inkarnasi, dan keterbatasan. Inilah yang ditunjukkan oleh teks-teks Al-Qur'an dan Sunnah. Allah SWT berfirman: "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Kesimpulannya,
kebenarannya adalah bahwa kaum Asy'ariyah tidak mengingkari sifat-sifat Tuhan; sebaliknya, mereka menegaskannya dengan cara yang sesuai dengan keagungan dan kesempurnaan Tuhan, sekaligus menegaskan transendensi dan kebebasan-Nya dari segala kemiripan dengan ciptaan-Nya. Tuduhan yang beredar tentang pengingkaran atau peniadaan sifat-sifat Tuhan hanyalah klaim yang tidak berdasar. Kaum Asy'ariyah adalah—dan tetap—mazhab sejati dalam Islam Sunni, pembela doktrin Islam, dan berkomitmen untuk menyelaraskan pengetahuan yang sahih dengan akal yang jernih.

Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari rahimahullah benar ketika berkata: “Kami percaya bahwa Allah memiliki sifat-sifat abadi yang ada pada Diri-Nya, dan tidak ada satu pun ciptaan-Nya yang menyerupai-Nya dalam sifat-sifat tersebut.”

 

Oleh ; m.alfan.b.d

 

Posting Komentar

0 Komentar