Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Pembeda Antara Aswaja Dan Wahabi


 Sebagai kaum Aswaja (Sunni), kita perlu mengetahui tentang identitas Salafi (Wahabi), mengetahui persamaan dan perbedaannya dengan Aswaja (Sunni) sehingga tidak terjebak propagandanya atau masuk dalam perangkapnya.

Tulisan ini bertujuan agar kaum Aswaja paham tentang akidah Wahabi sehingga tidak terkontaminasi oleh akidahnya. Perbedaan yang sangat samar, sehingga banyak kaum awam dari golongan Aswaja terbawa oleh propaganda Wahabi. Tanpa sadar menjadi Wahabi karena terdoktrin oleh ajarannya baik melalui YouTube, Facebook dan sosial media lainnya.

Persamaan Aswaja dan Wahabi:

1. Menjadikan Al-Qur'an dan Hadits sebagai referensi utama.

2. Mencintai sahabat Rasulullah sehingga hadits-haditsnya bersumber dari sahabat Rasulullah.

3. Merujuk pada hadits kutubussittah yakni enam kitab hadits karya ulama hadits ternama yakni karya Imam Bukhari, Muslim, An-Nasa'i, Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah.

 

Perbedaan Aswaja dan Wahabi:

1. Selain Al-Qur'an dan Hadits, referensi tambahan dari Aswaja adalah Ijma' dan Qiyas sedangkan Wahabi hanya berkutat pada Al-Qur'an dan Hadits (Sunnah).

2. Aswaja sangat mencintai Ahlul Bait atau keturunan nabi seperti Syarif dan Sayyid sedangkan Wahabi sangat membencinya.

3. Dalam memahami Al-Qur'an dan Hadits, Aswaja sangat moderat, toleran dan kontekstual-inklusif sedangkan Wahabi bersifat tekstual-eksklusif. Menolak kebenaran diluar kelompoknya. Menurut Wahabi, tidak ada kebenaran diluar kelompoknya.

4. Ajaran Aswaja bersifat lengkap dan komprehensif mulai dari akidah (tauhid), syariah (fikih) hingga akhlak (tasawuf) sedangkan ajaran Wahabi hanya berkutat pada akidah dan bid'ah.

5. Aswaja mengakomodasi tasawuf sebagai bagian dari konsep Ihsan atau akhlak sedangkan Wahabi sangat anti dengan tasawuf.

6. Aswaja adalah kelompok mayoritas umat Islam sedangkan Wahabi adalah kelompok minoritas sehingga menyempal dari golongan mayoritas umat Islam.

7. Konsep tauhid Aswaja mengambil referensi dari Abu Hasan Al-Asy'ari dan Abu Mansur Al-Maturidi sedangkan Wahabi mengadopsi tauhid ala Ibnu Taimiyah yakni trinitas tauhid.

8. Aswaja membagi bid'ah menjadi bid'ah hasanah (mahmudah) dan bid'ah sayyi'ah (dhalalah/munkarah) sedangkan Wahabi menganggap seluruh bid'ah adalah sesat.

9. Tentang konsep Allah, Aswaja melakukan ta'wil untuk menyucikan zat-Nya sehingga Allah itu ada tanpa arah dan tanpa tempat sedangkan menurut Wahabi, Allah itu berfisik sehingga Wahabi masuk dalam kelompok mujassimah atau menjisimkan Allah.

10. Aswaja mengakomodasi empat madzhab dalam menentukan hukum sehingga multi referensi sedangkan Wahabi anti madzhab. Walaupun terkadang Wahabi mengambil referensi dari imam madzhab, namun itu hanya sekedar bumbu karena referensi utama hanya berkutat pada beberapa tokoh yakni Muhammad Bin Abdul Wahab (MBAW, pendiri Wahabi), Bin Baz, Albani, Ibnu Taimiyah dan Shalih Fauzan.

11. Dakwah Aswaja selalu terbuka dan terang-terangan dengan prinsip moderatisme sedangkan dakwah Wahabi bersifat taqiyah (kamuflase). Wahabi mengaku sebagai salafi (pengikut generasi salaf) untuk menutupi kejahatannya dimasa lalu yang sudah dikenal oleh ulama terdahulu sebagai Wahabi. Jadi Wahabi adalah salafi palsu.

Demikianlah beberapa persamaan dan perbedaan antara Aswaja dengan Wahabi. Mudah-mudahan kita bisa berpegang teguh pada ajaran Aswaja yang telah diajarkan oleh ulama salaf terdahulu dan bisa diselamatkan oleh Allah dari fitnah Wahabi.

 

Posting Komentar

0 Komentar