Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Doa pada Malam Lailatul Qadar

 


Laylat al-Qadr adalah malam terhebat di bulan Ramadan, bahkan malam terhebat sepanjang tahun. Allah Yang Maha Tinggi telah menjadikannya lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam ini, para malaikat turun membawa kedamaian dan berkah, dan Allah mengabulkan doa orang-orang yang taat, mengampuni dosa-dosa mereka, meninggikan derajat mereka, dan membebaskan mereka dari api neraka. Doa dan permohonan pada malam ini termasuk di antara amalan ibadah terbesar yang dengannya seorang hamba mendekatkan diri kepada Tuhannya, karena pada malam ini, rahmat dan pengampunan Allah nyata, dan seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya ketika ia berdoa dan berbicara dengan-Nya.

 

Keutamaan Laylat al-Qadr

Allah Yang Maha Kuasa menyebutkan Malam Lailatul Qadr dalam satu surah penuh, firman-Nya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada Malam Lailatul Qadr. (1) Dan tahukah kamu apa itu Malam Lailatul Qadr? (2) Malam Lailatul Qadr itu lebih baik daripada seribu bulan. (3) Malaikat dan Ruh turun di dalamnya dengan izin Tuhan mereka untuk segala urusan. (4) Malam itu penuh kedamaian hingga terbitnya fajar. (5)” [Al-Qadr: 1-5] [1-5]. Ibn Kathir : “Mengenai tafsir Mujahid terhadap ayat, ‘Malam itu penuh kedamaian,’ beliau berkata: ‘Malam itu adalah malam kedamaian; setan tidak dapat melakukan kejahatan atau kerusakan di dalamnya.’” Diriwayatkan secara sahih dari Nabi (shalawat dan salam kepadanya) bahwa beliau bersabda tentang keutamaannya: “Barangsiapa yang shalat pada Lailatul Qadr karena iman dan mengharapkan pahala, maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari)

 

Dari permohonan pada Malam Kuasa

Diriwayatkan secara sahih dari Aisyah (semoga Allah meridainya) bahwa ia berkata: “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, jika aku tahu malam mana yang merupakan Laylat al-Qadr, apa yang harus kuucapkan di malam itu?’ Beliau menjawab, ‘Ucapkanlah: Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai pengampunan, maka ampunilah aku.’” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi). Para ulama berkata : Arti dari “pengampunan” adalah membiarkan, dan juga berarti menyembunyikan dan menutupi. Maka arti dari “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai pengampunan, maka ampunilah aku” adalah: Biarkan aku sendiri atas dosaku, tutupi pelanggaranku, hilangkan azab-Mu dariku, dan jauhkanlah pembalasan-Mu dariku. Ini adalah doa agung yang menggabungkan permohonan ampunan dan rahmat, dan merupakan salah satu doa terbesar yang harus sering dibaca pada malam yang diberkahi ini.

 

Tata krama berdoa di Malam Lailatul Qadar

 

1. Ketulusan dan Kerendahan Hati

Doa harus datang dari hati, dengan ketulusan dan kerendahan hati, sambil mengingat keagungan malam ini dan berharap diterima oleh Allah Yang Maha Kuasa. Allah Yang Maha Kuasa berfirman: {Dan apabila hamba-hamba-Ku meminta kepadamu, [wahai Muhammad], tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.} [Al-Baqarah: 186]

 

 

2. Meningkatkan permohonan ampunan dan pertobatan

 Di antara hal-hal yang meningkatkan derajat seseorang dan menghapus dosa adalah meningkatkan permohonan ampunan dan pertobatan pada malam ini, sebagaimana firman Allah SWT: (Dan Allah menghendaki pertobatanmu) [An-Nisa: 27].

 

3. Berdoa untuk diri sendiri dan untuk kaum Muslimin

Seorang Muslim hendaknya berdoa untuk dirinya sendiri, keluarganya, dan sesama Muslim, terutama untuk hal-hal yang bermanfaat bagi mereka dalam agama dan kehidupan duniawi. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Doa seorang Muslim untuk saudaranya di saat ia tidak ada di sisinya akan dikabulkan. Di atas kepalanya ada seorang malaikat yang ditunjuk, dan setiap kali ia berdoa untuk saudaranya dengan sesuatu yang baik, malaikat yang ditunjuk itu berkata: ‘Amin, dan semoga kamu mendapatkan hal yang sama.’” (Diriwayatkan oleh Muslim)

 

Salah satu doa untuk Laylat al-Qadr (Malam Ketetapan)

Hendaknya orang yang beribadah berdoa dengan menggunakan apa yang diriwayatkan secara sahih dari Nabi kita, semoga Allah memberinya rahmat dan keselamatan, yang beliau lakukan atau anjurkan, seperti sabda beliau kepada Aisyah, semoga Allah meridainya, untuk mengatakan: “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai pengampunan, maka ampunilah aku . ”

Di antara itu adalah sabda Ibnu Abbas, semoga Allah meridai mereka berdua, bahwa Nabi, semoga Allah memberinya rahmat dan keselamatan, ketika beliau shalat malam, biasa mengucapkan: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji hanya milik-Mu. Engkau adalah Pemelihara langit dan bumi. Segala puji hanya milik-Mu. Engkau adalah Tuhan langit dan bumi dan segala isinya. Segala puji hanya milik-Mu. Engkau adalah Cahaya langit dan bumi dan segala isinya. Engkau adalah Kebenaran, firman-Mu adalah Kebenaran, janji-Mu adalah Kebenaran, bertemu dengan-Mu adalah Kebenaran, Surga adalah Kebenaran, Neraka adalah Kebenaran, dan Hari Kiamat adalah Kebenaran. Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bersandar, kepada-Mu aku berargumentasi, dan dengan-Mu aku mencari keadilan. Maka ampunilah aku atas apa yang telah kulakukan sebelumnya, apa yang telah kulakukan sesudahnya, apa yang kusembunyikan, apa yang kuungkapkan, dan apa yang Engkau ketahui lebih dari aku. Tidak ada tuhan selain Engkau.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.

 

Di antara doa-doa yang komprehensif

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ketidakberdayaan dan kemalasan, rasa takut dan kepikunan, serta kekikiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan dari cobaan hidup dan mati.” (Diriwayatkan oleh Muslim). Beliau juga bersabda: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari cobaan api neraka dan siksa neraka, dari cobaan kubur dan siksa kubur, dari keburukan cobaan kekayaan dan keburukan cobaan kemiskinan, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan cobaan Al-Masih palsu. Ya Allah, basuhlah dosa-dosaku dengan air, salju, dan hujan es, dan sucikan hatiku dari dosa-dosa sebagaimana Engkau menyucikan pakaian putih dari kotoran. Jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan Timur dari Barat. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan, kepikunan, dosa, dan hutang.” (Disepakati oleh semua Nabi).

Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah (semoga Allah meridainya) bahwa Nabi (shalawat dan salam kepadanya) biasa memohon perlindungan dari nasib buruk, dari kesengsaraan musibah, dari ejekan musuh, dan dari beratnya cobaan . Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas ibn Malik (semoga Allah meridainya) bahwa Nabi (shalawat dan salam kepadanya) biasa berkata: “Ya Allah, Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab api neraka” (Al-Baqarah 2:201).

 

4. Sering mengirimkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW 

Mengirimkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah salah satu alasan diterimanya doa, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: “Setiap doa tertutup sampai shalawat dikirim kepada Nabi Muhammad SAW.” Diriwayatkan oleh Al-Tabarani.

Laylat al-Qadr adalah kesempatan besar untuk meraih pengampunan dan rahmat. Ini adalah malam di mana nama-nama Allah yang indah dinyatakan, terutama Al-Afuww (Yang Maha Pengampun), Al-Ghafur (Yang Maha Pemaaf), Al-Karim (Yang Maha Dermawan), dan At-Tawwab (Yang Maha Penerima Taubat). Siapa pun yang memanfaatkannya sebaik-baiknya dengan berdoa dan memohon akan memperoleh kebaikan yang sangat besar. Oleh karena itu, hendaklah orang yang berpuasa berusaha untuk menghabiskan malam ini dengan taat, mengangkat tangan dalam permohonan kepada Allah dengan hati yang rendah hati, memohon kepada-Nya agar menerima dan mengampuni dosa-dosa mereka.

 

Oleh :m.alfanb.d

Posting Komentar

0 Komentar