Laylat
al-Qadr adalah malam terhebat di bulan Ramadan, bahkan malam terhebat sepanjang
tahun. Allah Yang Maha Tinggi telah menjadikannya lebih baik daripada seribu
bulan. Pada malam ini, para malaikat turun membawa kedamaian dan berkah, dan
Allah mengabulkan doa orang-orang yang taat, mengampuni dosa-dosa mereka,
meninggikan derajat mereka, dan membebaskan mereka dari api neraka. Doa dan
permohonan pada malam ini termasuk di antara amalan ibadah terbesar yang
dengannya seorang hamba mendekatkan diri kepada Tuhannya, karena pada malam
ini, rahmat dan pengampunan Allah nyata, dan seorang hamba paling dekat dengan
Tuhannya ketika ia berdoa dan berbicara dengan-Nya.
Keutamaan
Laylat al-Qadr
Allah
Yang Maha Kuasa menyebutkan Malam Lailatul Qadr dalam satu surah penuh,
firman-Nya: “Sesungguhnya
Kami telah menurunkannya pada Malam Lailatul Qadr. (1) Dan tahukah kamu apa itu
Malam Lailatul Qadr? (2) Malam Lailatul Qadr itu lebih baik daripada seribu
bulan. (3) Malaikat dan Ruh turun di dalamnya dengan izin Tuhan mereka untuk
segala urusan. (4) Malam itu penuh kedamaian hingga terbitnya fajar. (5)” [Al-Qadr: 1-5] [1-5]. Ibn Kathir : “Mengenai tafsir Mujahid
terhadap ayat, ‘Malam itu penuh kedamaian,’ beliau berkata: ‘Malam itu adalah
malam kedamaian; setan tidak dapat melakukan kejahatan atau kerusakan di
dalamnya.’” Diriwayatkan secara sahih dari Nabi (shalawat dan salam kepadanya)
bahwa beliau bersabda tentang keutamaannya: “Barangsiapa yang shalat pada
Lailatul Qadr karena iman dan mengharapkan pahala, maka dosa-dosanya yang lalu
akan diampuni.” (Diriwayatkan
oleh al-Bukhari)
Dari
permohonan pada Malam Kuasa
Diriwayatkan
secara sahih dari Aisyah (semoga Allah meridainya) bahwa ia berkata: “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah,
jika aku tahu malam mana yang merupakan Laylat al-Qadr, apa yang harus
kuucapkan di malam itu?’ Beliau menjawab, ‘Ucapkanlah: Ya Allah, Engkau Maha
Pengampun dan mencintai pengampunan, maka ampunilah aku.’” (Diriwayatkan oleh
At-Tirmidzi). Para
ulama berkata :
Arti dari “pengampunan” adalah membiarkan, dan juga berarti menyembunyikan dan
menutupi. Maka arti dari “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai
pengampunan, maka ampunilah aku” adalah: Biarkan aku sendiri atas dosaku,
tutupi pelanggaranku, hilangkan azab-Mu dariku, dan jauhkanlah pembalasan-Mu
dariku. Ini adalah doa agung yang menggabungkan permohonan ampunan dan rahmat,
dan merupakan salah satu doa terbesar yang harus sering dibaca pada malam yang
diberkahi ini.
Tata
krama berdoa di Malam Lailatul Qadar
1.
Ketulusan dan Kerendahan Hati
Doa
harus datang dari hati, dengan ketulusan dan kerendahan hati, sambil mengingat
keagungan malam ini dan berharap diterima oleh Allah Yang Maha Kuasa. Allah
Yang Maha Kuasa berfirman: {Dan apabila hamba-hamba-Ku meminta kepadamu, [wahai Muhammad],
tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa
apabila ia memohon kepada-Ku.} [Al-Baqarah: 186]
2.
Meningkatkan permohonan ampunan dan pertobatan
Di
antara hal-hal yang meningkatkan derajat seseorang dan menghapus dosa adalah
meningkatkan permohonan ampunan dan pertobatan pada malam ini, sebagaimana
firman Allah SWT: (Dan
Allah menghendaki pertobatanmu) [An-Nisa: 27].
3.
Berdoa untuk diri sendiri dan untuk kaum Muslimin
Seorang
Muslim hendaknya berdoa untuk dirinya sendiri, keluarganya, dan sesama Muslim,
terutama untuk hal-hal yang bermanfaat bagi mereka dalam agama dan kehidupan
duniawi. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Doa seorang Muslim untuk
saudaranya di saat ia tidak ada di sisinya akan dikabulkan. Di atas kepalanya
ada seorang malaikat yang ditunjuk, dan setiap kali ia berdoa untuk saudaranya
dengan sesuatu yang baik, malaikat yang ditunjuk itu berkata: ‘Amin, dan semoga
kamu mendapatkan hal yang sama.’” (Diriwayatkan oleh Muslim)
Salah
satu doa untuk Laylat al-Qadr (Malam Ketetapan)
Hendaknya
orang yang beribadah berdoa dengan menggunakan apa yang diriwayatkan secara
sahih dari Nabi kita, semoga Allah memberinya rahmat dan keselamatan, yang
beliau lakukan atau anjurkan, seperti sabda beliau kepada Aisyah, semoga Allah
meridainya, untuk mengatakan: “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai pengampunan, maka
ampunilah aku .
”
Di
antara itu adalah sabda Ibnu Abbas, semoga Allah meridai mereka berdua, bahwa
Nabi, semoga Allah
memberinya rahmat dan keselamatan, ketika beliau shalat malam, biasa
mengucapkan: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji hanya milik-Mu. Engkau adalah
Pemelihara langit dan bumi. Segala puji hanya milik-Mu. Engkau adalah Tuhan
langit dan bumi dan segala isinya. Segala puji hanya milik-Mu. Engkau adalah
Cahaya langit dan bumi dan segala isinya. Engkau adalah Kebenaran, firman-Mu
adalah Kebenaran, janji-Mu adalah Kebenaran, bertemu dengan-Mu adalah
Kebenaran, Surga adalah Kebenaran, Neraka adalah Kebenaran, dan Hari Kiamat
adalah Kebenaran. Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman,
kepada-Mu aku bersandar, kepada-Mu aku berargumentasi, dan dengan-Mu aku
mencari keadilan. Maka ampunilah aku atas apa yang telah kulakukan sebelumnya,
apa yang telah kulakukan sesudahnya, apa yang kusembunyikan, apa yang
kuungkapkan, dan apa yang Engkau ketahui lebih dari aku. Tidak ada tuhan selain
Engkau.” Diriwayatkan
oleh Al-Bukhari.
Di
antara doa-doa yang komprehensif
Nabi
Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu
dari ketidakberdayaan dan kemalasan, rasa takut dan kepikunan, serta kekikiran.
Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan dari cobaan hidup dan mati.”
(Diriwayatkan oleh Muslim). Beliau juga bersabda: “Ya Allah, aku
berlindung kepada-Mu dari cobaan api neraka dan siksa neraka, dari cobaan kubur
dan siksa kubur, dari keburukan cobaan kekayaan dan keburukan cobaan
kemiskinan, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan cobaan Al-Masih palsu.
Ya Allah, basuhlah dosa-dosaku dengan air, salju, dan hujan es, dan sucikan
hatiku dari dosa-dosa sebagaimana Engkau menyucikan pakaian putih dari kotoran.
Jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan Timur dari Barat.
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan, kepikunan, dosa, dan
hutang.” (Disepakati
oleh semua Nabi).
Muslim
meriwayatkan dari Abu Hurairah (semoga Allah meridainya) bahwa Nabi (shalawat dan salam
kepadanya) biasa memohon perlindungan dari nasib buruk, dari kesengsaraan
musibah, dari ejekan musuh, dan dari beratnya cobaan . Al-Bukhari meriwayatkan
dari Anas ibn Malik (semoga Allah meridainya) bahwa Nabi (shalawat dan salam kepadanya)
biasa berkata: “Ya Allah,
Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah
kami dari azab api neraka” (Al-Baqarah 2:201).
4.
Sering mengirimkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW
Mengirimkan
shalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah salah satu alasan diterimanya doa,
sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: “Setiap doa tertutup sampai shalawat dikirim kepada Nabi Muhammad
SAW.” Diriwayatkan
oleh Al-Tabarani.
Laylat
al-Qadr adalah kesempatan besar untuk meraih pengampunan dan rahmat. Ini adalah
malam di mana nama-nama Allah yang indah dinyatakan, terutama Al-Afuww (Yang
Maha Pengampun), Al-Ghafur (Yang Maha Pemaaf), Al-Karim (Yang Maha Dermawan),
dan At-Tawwab (Yang Maha Penerima Taubat). Siapa pun yang memanfaatkannya
sebaik-baiknya dengan berdoa dan memohon akan memperoleh kebaikan yang sangat
besar. Oleh karena itu, hendaklah orang yang berpuasa berusaha untuk
menghabiskan malam ini dengan taat, mengangkat tangan dalam permohonan kepada
Allah dengan hati yang rendah hati, memohon kepada-Nya agar menerima dan
mengampuni dosa-dosa mereka.
Oleh :m.alfanb.d

0 Komentar
SOLATLAH SEBELUM DI SOLATKAN.