* Takhayul Ilmiah dan Praktis
: Munculnya takhayul ilmiah dan praktis di
bidang pemikiran dan ajaran agama terutama disebabkan oleh meluasnya
ketidaktahuan, baik secara teoritis maupun praktis. Pertumbuhan dan penyebaran
takhayul juga terutama disebabkan oleh penyebaran ketidaktahuan dan kelumpuhan
pemikiran ilmiah.
Terlepas dari keberadaan dan penyebaran takhayul
di masyarakat modern, bahaya yang ditimbulkannya di kalangan yang dicirikan
oleh pemikiran dangkal, analisis yang dangkal, kurangnya rasionalitas, dan
ketergantungan pada gagasan keagamaan yang sederhana dan dangkal terlalu luas
untuk dibatasi pada satu fenomena saja. Hal ini karena akarnya meluas ke semua
bidang pengetahuan, seperti biologi teoritis, psikologi teoritis dan terapan,
sosiologi, dan tren politik dan sosial. Alasan kuatnya kehadiran takhayul ini
berasal dari dua poros utama: poros mentalitas yang kaku, terbelakang secara
ilmiah dan intelektual yang telah menunjuk dirinya sendiri sebagai penentu
masalah duniawi dan agama, dan poros orang-orang yang tidak beragama, yang
perhatian utamanya tetap pada pemberantasan segala sesuatu yang berkaitan
dengan agama dan mendorong masyarakat menuju ateisme.
Ibn al-Athir, dalam definisinya tentang
takhayul, mengutip sebuah hadits dari Nabi Muhammad (saw) yang bersabda:
ضمن تعريفه للخرافة، رواية عن النبيّ الأكرم صلى الله عليه وآله وسلم أنّه
قال: "خرافة حقّ"بمعنى أن الخرافة لا تكون دائماً حديثاً كذباً، وقد
يكون لها وُجهة واقعيّة وصحيحة.
"Suatu takhayul
itu benar"; artinya takhayul tidak selalu salah, dan mungkin memiliki
dasar dalam kenyataan dan kebenaran.
Pada akhirnya, dalam buku-buku bahasa, sejarah,
interpretasi teks-teks keagamaan, dan ajaran spiritual, takhayul mengacu pada
kepercayaan yang tidak memiliki dasar ilmiah, tidak memiliki dasar dalam
kenyataan, tidak dapat diterima oleh akal sehat, dan tidak sesuai dengan
prinsip-prinsip intelektual yang dibangun di atas dasar logis dan ilmiah.
Bahaya Takhayul bagi Pemikiran Keagamaan
Takhayul, apa pun bentuknya, berbahaya dan
memiliki konsekuensi serius. Namun, ketika hal itu hadir dalam pemikiran dan
ajaran agama, atau yang mungkin disebut "takhayul doktrinal," hal itu
menjadi jauh lebih berbahaya dan merusak. Ajaran dan pemikiran agama secara
umum menempati bagian terbesar dan terpenting dari kehidupan manusia. Oleh
karena itu, masuknya takhayul ke dalam gagasan dan interpretasi agama berarti,
pada kenyataannya, masuknya takhayul ke dalam pemikiran dan kehidupan manusia.
Ini merupakan ancaman bagi kebahagiaan umat manusia, kepada siapa pesan-pesan
ilahi dikirim untuk membimbing mereka di jalan menuju kebahagiaan dan
kesuksesan.
oleh : m. alfan

0 Komentar
SOLATLAH SEBELUM DI SOLATKAN.