Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Antara Takhayul Dan Ilmiah

 


* Takhayul Ilmiah dan Praktis


: Munculnya takhayul ilmiah dan praktis di bidang pemikiran dan ajaran agama terutama disebabkan oleh meluasnya ketidaktahuan, baik secara teoritis maupun praktis. Pertumbuhan dan penyebaran takhayul juga terutama disebabkan oleh penyebaran ketidaktahuan dan kelumpuhan pemikiran ilmiah.

Terlepas dari keberadaan dan penyebaran takhayul di masyarakat modern, bahaya yang ditimbulkannya di kalangan yang dicirikan oleh pemikiran dangkal, analisis yang dangkal, kurangnya rasionalitas, dan ketergantungan pada gagasan keagamaan yang sederhana dan dangkal terlalu luas untuk dibatasi pada satu fenomena saja. Hal ini karena akarnya meluas ke semua bidang pengetahuan, seperti biologi teoritis, psikologi teoritis dan terapan, sosiologi, dan tren politik dan sosial. Alasan kuatnya kehadiran takhayul ini berasal dari dua poros utama: poros mentalitas yang kaku, terbelakang secara ilmiah dan intelektual yang telah menunjuk dirinya sendiri sebagai penentu masalah duniawi dan agama, dan poros orang-orang yang tidak beragama, yang perhatian utamanya tetap pada pemberantasan segala sesuatu yang berkaitan dengan agama dan mendorong masyarakat menuju ateisme.

Ibn al-Athir, dalam definisinya tentang takhayul, mengutip sebuah hadits dari Nabi Muhammad (saw) yang bersabda:  

ضمن تعريفه للخرافة، رواية عن النبيّ الأكرم صلى الله عليه وآله وسلم أنّه قال: "خرافة حقّ"بمعنى أن الخرافة لا تكون دائماً حديثاً كذباً، وقد يكون لها وُجهة واقعيّة وصحيحة.

 "Suatu takhayul itu benar"; artinya takhayul tidak selalu salah, dan mungkin memiliki dasar dalam kenyataan dan kebenaran.

Pada akhirnya, dalam buku-buku bahasa, sejarah, interpretasi teks-teks keagamaan, dan ajaran spiritual, takhayul mengacu pada kepercayaan yang tidak memiliki dasar ilmiah, tidak memiliki dasar dalam kenyataan, tidak dapat diterima oleh akal sehat, dan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip intelektual yang dibangun di atas dasar logis dan ilmiah.

Bahaya Takhayul bagi Pemikiran Keagamaan


 Takhayul, apa pun bentuknya, berbahaya dan memiliki konsekuensi serius. Namun, ketika hal itu hadir dalam pemikiran dan ajaran agama, atau yang mungkin disebut "takhayul doktrinal," hal itu menjadi jauh lebih berbahaya dan merusak. Ajaran dan pemikiran agama secara umum menempati bagian terbesar dan terpenting dari kehidupan manusia. Oleh karena itu, masuknya takhayul ke dalam gagasan dan interpretasi agama berarti, pada kenyataannya, masuknya takhayul ke dalam pemikiran dan kehidupan manusia. Ini merupakan ancaman bagi kebahagiaan umat manusia, kepada siapa pesan-pesan ilahi dikirim untuk membimbing mereka di jalan menuju kebahagiaan dan kesuksesan.


oleh : m. alfan

 



Posting Komentar

0 Komentar