Setelah wafatnya Rasulullah, umat Islam dipimpin oleh para
khalifah yang menggantikan beliau memimpin umat Islam. Hal tersebut berlanjut
hingga ke generasi setelahnya. Mulai dari periode khulafaurrasyidin, dinasti
Umayyah, Abbasiyah dan seterusnya. Hingga kita menemukan Islam masih eksis
hingga saat ini. Ada banyak buku-buku sejarah yang menjelaskan sejarah,
biografi serta perjalanan para khalifah. Di antaranya kitab Tarikhul Khulafa,
milik Imam As-Suyuthi. Kitab ringkas yang cukup komprehensif dalam membahas
sejarah para khalifah pasca wafatnya Rasulullah saw. Profil Singkat Imam
As-Suyuthi Kitab Tarikhul Khulafa ditulis oleh Imam As-Suyuthi. Ia memiliki
nama lengkap Abdurrahman bin Kamaluddin Abi Bakar bin Muhammad bin Sabiquddin
bin Fakhruddin bin Utsman bin Nadziruddin bin Muhammad bin Saifuddin Khudari
Al-Khudairi Al-Imam Jalaluddin As-Suyuthi, Al-Mishri. Ia lahir pada Rajab
849 H, Kairo, Mesir. Imam As-Suyuthi memiliki julukan Ibnul Kutub, anak
dari buku-buku sebab ayahnya dikenal sebagai ahli ilmu dan suka membaca buku.
Selama masa hidupnya, Imam As-Suyuthi menghabiskannya untuk menimba ilmu ke
banyak ulama terkenal, mengajar dan produktif menulis. Di antara gurunya ialah
Sirajuddin Umar bin Ruslan Al-Bulqini, Muhammad bin Sulaiman Al-Kafiji,
Taqiyuddin Ahmad bin Muhammad As-Syumuni, Abu Zakaria Yahya bin Muhammad
Al-Munawi, Jalaluddin Al-Mahalli. Baca Juga Seleksi Menantu ala Khalifah
Umar bin Khattab Imam As-Suyuthi merupakan ulama ensiklopedis (mengusai banyak
fan ilmu) yang sangat produktif dalam menghasilkan karya. Disebutkan terdapat
sekitar 500 hingga 600 karya yang dihasilkan beliau selama hidup yang meliputi
banyak fan keilmuan. Mulai dari Tafsir dan Ulumut Tafsir seperti Al-Itqan fi
Ulumil Qur’an, Ulumul hadits seperti Tadribur Rawi fi Syarhi Taqribin Nawawi,
Fikih wa Ushuluhu seperti Al-Ashbah wan Nadzhair, Nahwu (gramatika bahasa Arab)
seperti Al-Iqtirah fi Ushulin Nahwi hingga fan sejarah pun tidak luput dari
tulisan beliau. Di antara fan sejarah yang ditulis oleh Imam As-Suyuthi ialah
kitab Tarikhul Khulafa ini yang membahas sejarah para khalifah dalam Islam.
Imam As-Suyuthi wafat pada 19 Jumadil Ula 911 H, di Kairo pada umur 61 tahun 10
bulan. Alasan Penulisan Kitab Tarikhul Khulafa Dalam muqaddimah kitab, Imam
As-Suyuthi menjelaskan bahwa kitab ini merupakan sejarah ringkas yang berisi
biografi dan perjalanan para khalifah yang memerintah umat Islam pasca wafatnya
Rasulullah saw. Dimulai dari periode Abu Bakar As-Shiddiq hingga periode Imam
As-Suyuthi hidup, sesuai dengan runtutan masa masing-masing khalifah. Imam
As-Suyuthi menjelaskan bahwa alasan ia menulis kitab ini di antaranya ialah
untuk mempermudah bagi siapa saja yang hendak mempelajari sejarah khalifah
dalam Islam. Ia berkata:
والداعي إلى تأليف هذا الكتاب أمور,
منها: أن الإحاطة بتراجم أعيان الأمة مطلوبة، ولذوي المعارف محبوبة، وقد جمع جماعة
تواريخ ذكروا فيها الأعيان مختلطين ولم يستوفوا، واستيفاء ذلك يوجب الطول والملال،
فأردت أن أفرد كل طائفة في كتاب أقرب إلى الفائدة لمن يريد تلك الطائفة خاصة،
وأسهل في التحصيل
Artinya: “Ada beberapa
hal yang mendorongku menulis kitab ini, di antaranya: bahwa menulis biografi
dan perjalanan para khalifah dibutuhkan bagi masyarakat umum, juga disenangi
bagi para cendekiawan. Banyak dari para cendekiawan telah menulis kitab-kitab
sejarah yang menyebutkan di dalamnya berbagai macam biografi yang bercampur dan
mereka tidak menyelesaikannya. Dan untuk menyelesaikannya akan membutuhkan
waktu yang lama dan membosankan. Oleh karenanya, aku ingin membagi setiap
pembahasan kelompok dalam sebuah kitab agar lebih mudah untuk dipelajari bagi
siapa saja yang hendak mempelajari golongan tertentu tersebut.” (Imam
As-Suyuthi, Tarikhul Khulafa, cet 1, 2011, [Jakarta: Darul Kutub Al-Islamiyah],
hal 7). Dalam muqaddimah kitabnya, Imam As-Suyuthi menyebutkan pula ia telah
mengelompokkan setiap golongan dalam pembahasan dan menuliskannya. Ia
mengelompokkan dalam setiap kitab yang ia tulis mulai dari kitab yang
menjelaskan para nabi, para sahabat, tingkatan para ahli tafsir, ahli nahwu dan
bahasa dan yang lainnya. Imam As-Suyuthi menjelaskan bahwa dari semua
yang telah ditulis belum ada sejarah para khalifah, oleh karenanya ia menulis
kitab ini.
ولم يبق من الأعيان غير الخلفاء مع
تشوف النفوس إلى أخبارهم؛ فأفردت لهم هذا الكتاب
Artinya: “Dari semua itu yang tersisa ialah sejarah
para khalifah yang dibutuhkan untuk dipelajari. Oleh karenanya, aku menulis
kitab ini”. (As-Suyuthi, 7). Sekilas Tentang Kitab Tarikhul Khulafa
Tarikhul Khulafa memiliki arti sejarah para khalifah. Kitab ini membahas sejarah
para khalifah dari masa periode Khulafaurrasyidin, Abu Bakar As-Shiddiq hingga
periode kepemimpinan Dinasti Abbasiyah di Mesir. Kitab ini berisi
sejarah, biografi dan perjalanan tiap khalifah dari tiap generasi dalam
pemerintahan umat Islam dengan menggunakan sumber dari riwayat ahli hadits juga
para sejarawan. Terdiri dari muqaddimah, 7 bab besar dan sekitar 130
fasal. Di awal kitab, Imam As-Suyuthi menjelaskan dengan mencantumkan
beberapa pembahasan meliputi: Fasal menjelaskan bahwa Nabi Muhammad saw tidak
mencari khalifah pengganti dan rahasianya, Fasal menjelaskan bahwa pemimpin itu
dari Quraisy juga kekhalifahan, Fasal menjelaskan masa khilafah dalam Islam.
Kemudian Fasal menjelaskan hadits-hadits yang memperingatkan khilafah Bani
Umayyah, Fasal menjelaskan hadits-hadits yang memberi kabar gembira dengan kekhilafahan Bani Abbasiyah, menjelaskan burdah
Nabi yang silih berganti kepemilikan dan juga faedah-faedah dalam mempelajari
sejarah, biografi, serta perjalanan para khalifah. (As-Suyuthi, hal 11-22) Setelahnya,
Imam As-Suyuthi mulai menjelaskan biografi para Khulafaurrasyiddin mulai dari
Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan hingga Ali bin Abi
Thalib. Dari tiap khalifah tersebut, Imam As-Suyuthi menjelaskan biografi,
keutamaan, masa pemerintahan dan perjalanan masing-masing khalifah selama
hidupnya. (28-167). Sebelum masuk membahas Dinasti Umayyah, Imam As-Suyuthi
sedikit membahas Hasan bin Ali bin Abi Thalib yang sempat memimpin selama 6
bulan lebih sepeninggal ayahnya. Sebelum kemudian diserahkan kepada Muawiyah
bin Abi Sufyan. Pembahasan berlanjut, dengan menjelaskan Dinasti Umayyah dengan
menjelaskan setiap khalifah dari 14 khalifah yang berkuasa di dalamnya. dimulai
dari Muawiyah bin Abi Sufyan hingga Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam
Al-Himar yang merupakan khalifah terakhir dari Bani Umayyah. (173-228).
Kemudian pembahasan Dinasti Abbasiyah di Irak dengan khalifah pertamanya
Al-Safah Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas hingga khalifah
Al-Mu’tasim billah Abdullah bin Al-Muntasir billah dengan diakhiri penjelasan
peristiwa Tatar (229-419). Sebelum kemudian masuk pada periode
kepemerintahan Dinasti Abbasiyah di Mesir dengan khalifahnya Al-Muntasir
billah, Ahmad bin Ad-Dzahir biamrillah bin An-Nasir lidinillah hingga khalifah
Mutawakkil alallah Abdul Aziz bin Ya’qub bin Mutawakkil alallah. (427-462). Di
akhir kitab, As-Suyuthi mencantumkan beberapa pembahasan yaitu kasidah
tentang nama-nama khalifah dan tahun wafatnya, sekelumit sejarah
pemerintahan di Andalusia (Spanyol), Dinasti Fathimiyah, Bani Thaba-thaba,
Thabaristaniah hingga menjelaskan fitnah-fitnah yang terjadi pada setiap masa.
(464-473). Keunggulan Kitab Tarikhul Khulafa Kitab Tarikhul Khulafa milik
As-Suyuthi ini tergolong kitab sejarah yang ringkas namun cukup komprehensif
dalam membahas sejarah para khalifah. Keunggulan kitab ini di antaranya sangat
sistematis dalam menjelaskan para khalifah pada setiap periodenya. Mulai dari
biografi, perjalanan, langkah pemerintahan yang dilakukan oleh setiap khalifah
yang memimpin. Dengan menggunakan riwayat dari para ahli hadits dan para
sejarawan, menjadikan kitab ini juga dapat ditelusuri kesahihan dari tiap
riwayat dan sumber yang dicantumkan di dalamnya.

0 Komentar
SOLATLAH SEBELUM DI SOLATKAN.